Skip to content
Cara Kalibrasi Sound Level Meter yang Benar Sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018

Cara Kalibrasi Sound Level Meter yang Benar Sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018

Di antara berbagai instrumen pengukur lingkungan kerja, sound level meter (SLM) adalah salah satu yang paling sering digunakan oleh tim HSE — dan salah satu yang paling sering diabaikan kalibrasinya. Padahal, hasil pengukuran kebisingan yang tidak akurat dapat membawa konsekuensi serius: dari kesimpulan yang salah tentang paparan pekerja, hingga kegagalan memenuhi persyaratan Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan regulasi.

Dasar Regulasi: Mengapa Sound Level Meter Wajib Dikalibrasi?

Kalibrasi Sound Level Meter - HAS Calibration Laboratorium
Sumber: SVANTEK

Permenaker No. 5 Tahun 2018 menetapkan NAB kebisingan sebesar 85 dBA untuk paparan 8 jam per hari. Pengukuran wajib menggunakan SLM tipe 1 atau tipe 2 sesuai IEC 61672, dilakukan oleh lembaga terakreditasi, minimal setiap 6 bulan.

Standar IEC 61672-1 membagi SLM ke dalam Kelas 1 (toleransi ±0.7 dB, untuk pengukuran referensi dan audit) dan Kelas 2 (toleransi ±1.0 dB, untuk survei lapangan).

Alat yang Dibutuhkan untuk Kalibrasi

Sound Calibrator menghasilkan nada sinusoidal 1.000 Hz pada 94 dB SPL atau 114 dB SPL, dan harus dikalibrasi periodik sesuai IEC 60942. Untuk kalibrasi presisi tinggi di laboratorium, digunakan pistonphone sebagai referensi primer.

Has Calibration melayani kalibrasi sound level meter dengan sertifikat terakreditasi KAN. Konsultasi gratis di sini.

Prosedur Kalibrasi Sound Level Meter

Tahap 1: Persiapan 
Warm-up instrumen minimal 15 menit, periksa baterai, catat kondisi lingkungan (suhu, kelembaban, tekanan udara).

Tahap 2: Field Calibration
Pasangkan sound calibrator pada port mikrofon SLM, nyalakan dan biarkan stabil 10–15 detik, catat pembacaan (idealnya 94.0 dB ±0.3 dB), lakukan penyesuaian jika di luar toleransi.

Tahap 3: Kalibrasi Laboratorium
Dilakukan oleh teknisi bersertifikat, mencakup kalibrasi sensitivitas mikrofon, verifikasi respons frekuensi, verifikasi pembobotan A/C/Z-weighting, dan dokumentasi ketidakpastian pengukuran sesuai GUM.

Tahap 4: Dokumentasi
Sertifikat kalibrasi mencantumkan identitas instrumen, nomor akreditasi KAN, hasil pengukuran, ketidakpastian pengukuran, dan ketertelusuran ke standar nasional.

Tips Memilih Laboratorium Kalibrasi

Pilih laboratorium yang: (1) terakreditasi KAN untuk besaran akustik/kebisingan, (2) memiliki ruang akustik anechoic, (3) menggunakan standar referensi traceable ke PTB/NIST/BSN, (4) menerbitkan laporan ketidakpastian pengukuran.

FAQ

Apakah sound calibrator perlu dikalibrasi juga?
Ya. Sound calibrator harus dikalibrasi secara periodik, umumnya setiap tahun agar dapat digunakan sebagai referensi yang sah.

Apa perbedaan kalibrasi SLM Kelas 1 dan Kelas 2?
Kelas 1 memiliki toleransi ±0.7 dB, lebih ketat dari Kelas 2 (±1.0 dB). Untuk audit regulasi, gunakan SLM Kelas 1.

Bisakah sertifikat kalibrasi SLM dari luar Indonesia digunakan untuk kepatuhan Permenaker?
Dapat, apabila laboratorium tersebut anggota ILAC dan sertifikatnya menyatakan ketertelusuran ke standar internasional.

Kalibrasi Sound Level Meter dengan Sertifikat KAN

Has Calibration melayani kalibrasi sound level meter dan sound calibrator dengan akreditasi KAN ISO/IEC 17025.

Hubungi Kami | Layanan Kalibrasi Sound Level Meter

Leave a comment

Your email address will not be published..

Cart 0

Your cart is currently empty.

Start Shopping
WhatsApp Icon